My Blog Welcome To My Blog!! Thanks For Your Visited!


Cerpen Motivasi Kebanggaan Diri

Hari ini aku benar benar mendapat pelajaran yang berharga tentang prinsip belajarku. Hari demi hari kulewati dengan percuma.. tanpa kemajuan. Teriakan dan omelan guru terasa sering didengar ditelinga. Seperti pagi tadi,tentang nilai ulanganku,tentunya.




Aku merasa takut akan kehadiran bapak dirumah,langkah kaki ku semakin lambat saja. rasa tidak enak di hati,kulewati dengan rasa takut yang mendalam mengingat kemarahan si bapak,emak ditambah lagi ocehan kakak kakakku yang kejam.

Sampailah dipintu depan rumahku. Sepeda bapak memang tidak ada di teras,tiba tiba aku merasakan sesuatu di dalam hati,ya,sudah tiga hari yang lalu bapak dan emak pergi,entah kemana gerangan. Mengingat bunga bunga bertebaran di depan teras telah mengingatkan ku pada orang orang yang mengeluarkan air mata saat mengantar bapak dan emak.

Tidak, sepeda bapak ada di sana!! Tapi tidak sesuai dugaanku,sepeda itu telah remuk bagai diinjak,gajah. Mesin motor itupun keluar semua, ban sepeda bapak bagai dirobek robek dengan emosi yang amat sangat!!! Sekarang aku hanya bisa melihat sisa sisa baju bapak dan emak di ruang tamu yang habis didapat kemarin. Cairan merah itu masih terdapat dibaju emak dan bapak, meskipun sudah sedikit kering.

Hari esok pun tiba. aku lupa akan pr matematikaku kemarin.tentu, kemarin aku Cuma meratap kain robek dengan cairan merah itu sampai malam,he he he… alhasil aku dimarahi pak matematika si raja amarah. Namun aku merasa ada yang ganjil…., omongan pak matematika si raja amarah itu malah menyemangatiku.
“hey!!!apa kamu lihat bapak ibumu disana,hah? Apa mereka senang melihat hasilmu seperti ini? Apa mereka senang,hah? Kenapa kamu tidak menjawab……. Bapak ibu mu pasti kecewa melihat kau seperti ini….coba ingat berapa kali mereka mendapat hal yang sama? berapa!!? Berkali kali bukan..”
Memang persis dengan omongan bapak seminggu lalu… hal itu mengingatkan ku pada BAPAK!!! Hati ku merasa kecil,kecil,kecil dan kecil sekali…..

Sepulang sekolah aku hanya bisa meratap pakaian robek itu sambil mengingat ingat omongan si raja amarah, berkali kali? kurasa tidak!bukankah aku pernah mendapat nilai bagus? Meskipun sekali itu tidak apa bukan!?apa menurutmu aku salah? Siapa yang salah,coba pikirin!?
Apa salah gue!tapi apa mereka sedih…? “Bagiku tidak!!!”

Hari esok pun tiba,aku merasa senang karena tidak ada yang bisa memarahiku atau memukulku lagi. Sekarang!aku bisa leluasa bermain atau merusak sesuatu,bermain ps sampai malam,membaca komik,membeli mainan yang sangat banyak, mencoret dinding, bermain bola sampai sore,bolos dan lain lain!!! Ah,senangnya.

Hari hari terasa begitu menyenangkan tanpa emak tetapi perlahan lahan aku mulai lapar….lapar….lapar…dan….lapar….. akupun memanggil emak.
“pesen! Telur dadar satu,mak,ama nasi garing aja dech”
Tapi tidak ada sahutan sama sekali,lama lama bosan menerjang. Karena aku tidak bisa bermain bulu tangkis dengan bapak,main bola dengan bapak dan belajar bersama emak…
Tak terasa hari sudah gelap,segera kuhidupkan lampu lampu sampai terang. Kakak belum pulang karena ada penginapan pramuka selama 3 hari. Suasana malam itu memang sangat sepi sekali. Akupun memutuskan untuk bermain ps sendiri. Tiba tiba…
“PET..!” listrik mati.

Kata emak tanggungan pembayaran listrik memang belum dibayar!waduh..kalau begini caranya pasti akan seperti ini terus!lampunya akan mati terus,dong…mana gak ada duit lagi, gocengpun takda,sekarang hidupku hanya bergantung pada celengan bapak,emak dan kakak.

Emas emak habis digondol maling,apa salah keluarga ane!apa yang salah..kalau begini aku tidak bisa melanjutkan sekolah lagi,dong…. Tapi!!yah itu dia itu yang akan meringankan bebanku!!! Apalagi kalau bukan BEASISWA aku harus bisa mendapatkannya!!mulai dari…..SEKARANG!!!!!
“Aku menjadi semangat! Ayo maju,aku akan mendapatkanmu BEASIWA. Ayo, banggakan emak bapak disana cepat ayo!! Semangat! Semangat! Semangat! Ciptakan prestasimu!kejarlah bakatmu”teriakku.
Pagi,siang,malam aku terus belajar demi bapak dan emak,
”beasiswa!!!aku pasti mendapatkanmu, Percayalah”aku menjadi sangat bersemangat setelah aku mengucapkan kata kata itu.

Guru amarah menjadi bangga dengan prestasiku,apalagi dengan guru guru yang lain.setiap ada pengumuman lomba aku akan ikut (woi!!ingat,kecuali nari dan nyanyi)
Sekarang…aku benar benar menemukan bakat asliku yaitu “IPA”alias olimpiade ipa. Robot robot dan alat alat ilmiah menjadi koleksiku. Aku sangat suka membuat robot sederhana dari bahan bahan bekas sehingga aku dapat menemukan berbagai macam robot baru yang unik sehingga aku menjadi terkenal. Dan aku mendapat beasiswa idamanku.

Setelah aku mendapat beasiswa, aku merasa bagga akan diriku sendiri. Aku masih berumur 15 tahun (tidak naik 2 kali pas SD) tapi sudah mendapat penghargaan seperti itu. kakak kakak ku merasa bangga padaku,sekarang kami tinggal dirumah mewah yang ada kolam renangnya. Hidupku benar benar terbalik 180 derajat.

Setelah bertahun tahun,aku telah berusia 20 tahun. Aku menjadi penemu robot Indonesia penjual jamu. Meskipun lucu tetap saja popular. Robot itu biasa menjual berbagai macam barang selain jamu.mulai dari kue,barang elektronik dan sebagainya. Sekarang aku semakin terkenal sampai ke luar negeri. Wawancara,program tv, dan berbagi tips tips ke masyarakat, menjadi makanan sehari hariku.
“AKU BERJANJI PADA DIRIKU SENDIRI!!TENTANG APA YANG KULEWATI BESOK HARI AKAN BERJALAN MAKSIMAL…..”

Aku merasa bangga atas prestasi yang kuraih. Tentu saja bapak dan emak pasti bangga!!! Sekarang aku harus memberi hadiah kepada bapak dan emak serta bunga bunga harum yang semerbak baunya, kulemparkan keatas gundukan tanah dengan membacakan hadiah yang special kepada bapak dan emak.

Lantunan lantunan yang enak didengar seta senyuman bapak dan emak selalu kuingat dihati..
“selamat jalan bapak…emak….”

Huh! Aku semakin tua saja,aku bahkan belum mendapat istri dan anak! Meskipun sudah 10 tahun bertempat tinggal pada rumah mewah nan megah ini, tidak ada satupun gadis yang mendekatiku kecuali anak kak Rahmat kakaku yang masih berusia tiga tahun. Ya sekarang umurku sudah 25 tahun. Setelah bertahun tahun membanggakan nama Indonesia,sekarang saya perlu harga diri dan bayi mungil tentunya…he he he.
Aku memohon pada teman teman dan kakakku untuk dicarikan jodoh. Dan akhirnya..!!
“ENG ING ENG!!!” Bayi bongsor datang

Aku merasa senang SEKALI.
Bayi itu kudidik dengan sungguh sungguh. Sampai akhirnya ia bisa melakukan apapun dengan cepat. Beranjak dewasa aku semakin kagum akan bayi yang sekarang terlihat lebih besar dari sebelumnya mendapat prestasi prestasi lomba ke mancanegara. Entah mengapa,setiap saat hatiku tergugah untuk mencari bapak dan emak,tapi aku akan menunggu sampai anakku duduk di bangku kuliah.

Anakku bernama Farhan yang paling kubaggakan itu,sekarang telah duduk dibangku SMP. Hatiku semakin goyah nafsu ini sangat kuat sekali! Tetapi aku telah berjanji untuk menunggu sampai waktu itu. Farhan sekarang telah duduk di bangku SMA. Tambah goyah deh, hadeeeeh….. Dan setelah itu duduk di SMA lebih ¼ bulan!! Tambah goyah nih, hosh hosh hosh, lebih 2/3 bulan gr.. gr… gr…..,lebih ½ tahun ha ha ha!!,lebih ¼ tahun huaha haha!!!!!,lebih 1/6 tahun khu khu khu khu khu,lebih 1/9 tahun khi khi khi khi khi,lebih………. “CUKUP!!!! SINGKAT SAJA,CAPE NIH NGOMONG TERUS”

Farhan sekarang benar benar ada di bangku kuliah. Jantungku berdebar debar,aku harus mencari bapak dan emak sekarang. Kuputuskan untuk mencari bapak dan emak di lokasi kecelakaan bapak dan emak,yaitu hutan pinus. Kucari cari sampai malam gak ketemu sampai…..pagi. akhirnya aku mendengar suara emak.
“wah..k-kita dah punya c-cucu nih pak….”dengan suara parau.
Aku heran bukankah itu suara emak,akupun mendekati suara tersebut. Dan akhirnya…
“anakku….anakku…”suara bapak memanggilku
Heran suara itu berasal dari ngarai!! Suara itu terdengar saja. Aku mendekati ngarai itu.
“tap tap tap”suara hentakan kaki yang lembut itu mendekatiku dan….
“UWAAAAA!!!!”seseorang menarikku ke dalam ngarai yang dalam itu.
Orang itu terus memanggilku. Rupa orang itu menyeramkan mata putih dan tubuh hitam serta luka luka yang menjijikkan.
“UWAAAAA!!!”aku terus berteriak.
Sampai… teriakanku tak terdengar lagi ketika aku ada di dasar ngarai.
Entah mengapa aku merasa sekarang telah meniggalkan keluargaku.

Cerpen Motivasi Kehidupan

Motivasi Kehidupan
Manusia diberkahi dengan organ-organ pengucap yang sempurna, tentunya agar manusia dapat dengan leluasa mengutarakan maksud hatinya lewat bahasa lugas. Kata yang kemudian dirangkai menjadi kalimat menjadi bermacam-macam bentuknya, ada yang menimbulkan efek positif maupun negatif, tergantung bagaimana si pemilik lidah menggunakannya. 
Kata-kata juga bisa berperan sebagai motivator di tengah peliknya problematika kehidupan. Kata-Kata Motivasi Kehidupan biasanya berasal dari kejadian nyata yang terjadi pada penulisnya, tetapi tak jarang juga hanya rekaan dengan tujuan memotivasi lingkungan sekitarnya.
Contoh kumpulan motivasi kehidupan :
  • Hidup tak seperti yang kau mau, hal baik maupun buruk akan terjadi, namun semua itu diatur oleh tuhan, dengan akhir yang indah.
  • Kadang kamu bertemu seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu hanya untuk menyadari pada akhirnya kamu harus melepaskannya.
  • Jangan tangisi mereka yang meninggalkanmu demi orang lain, jika mereka cukup bodoh untuk melepaskanmu, kamu harus cukup pintar untuk melupakannya.
  • Jangan pernah menyia-nyiakan apapun yang kamu miliki, karena mungkin yang kamu miliki itu sangat diinginkan oleh orang lain.
  • Jika kamu membiarkan rasa takut tumbuh lebih besar dari imanmu, maka kamu menghalangi impianmu menjadi kenyataan.

Cerpen Motivasi Kejujuran

Motivasi Kejujuran 
(karya : Budi Purwanto).


Saat aku berkerja, tiba-tiba aku nerima pesan SMS dari bibiku yang di Jakarta. Gak pake lama aku langsung ngebuka apa isi pesan singkat itu. Soalnya kemaren si bibi udah pernah bilang ke aku kalo bibi mau transfer uang ke rekeningku buat ngebayar sapi yang rencananya mau buat kurban saat idhul adha besok. “jang, bibi udah transfer uang ke rekening kamu..”.(isi dari SMS bibi barusan). “iya bi, nanti coba aku cek ke ATM yah.. emangnya bibi transfer berapa?”.(Balesan SMS ku sama si bibi). Terus beberapa menit kemudian si bibi ngebalas SMS ku, “80juta jang.. nanti kamu bilang ke bapa mu yah, itu buat DP dulu.. kekurangannya nanti kalo bibi pulang”.(Jawab si bibi).
Kebetulan di HP ku ada aplikasi yang bisa buat nge-cek saldo direkening, jadi aku langsung aja nyoba nge-cek saldonya via HP. Selang beberapa proses akhirnya aku dapet konfirmasi dari SMS Banking. Dan ” Haaaahhhh..!!!”,(reflek karena aku saking kagetnya ngeliat jumlah saldo yang ada di rekeningku). “sisa saldo anda saat ini sejumlah: Rp.107.000.000,- “. Badanku serentak gemetar kenceng banget dan keringet dingin ku pun langsung ngalir deres disebagian muka ku setelah aku ngebaca isi SMS Banking itu tadi.
Karena masih belum percaya, aku nyoba ngepastiin sebenernya aku yang salah ngebaca isi SMS Banking tadi atau apa aku yang salah liat yah... akhirnya aku ngebuka SMS Banking itu lagi, dan lebih cermat sambil ngeja digit angka satu per satu dan ternyata emang bener. Ternyata Jumlah saldo yang ada di rekeningku sekarang menjadi 107juta lebih yang tadinya saldo ku yang hanya 3jutaan.
Badanku hampir gak ada henti-hentinya bergetar, di tambah detak jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya dan keringat dingin terus mengguyur seluruh muka ku. “bibi katanya kan cuma transfer 80juta, kok saldo rekeningku jadi banyak banget yaah??? Padahal saldo sebelumnya kan cuma 3jutaan. Berarti kalo bibi transfer 80juta dan saldo ku sebelumnya 3jutaan, harusnya kan saldo sekarang jadi 83jutaan. Kok ini ada saldo 107juta lebih..??”.(itulah ungkapan-ungkapan dalam hatiku saat itu).

Karena saking penasarannya, akhirnya aku langsung ngeluarin kalkulatorku buat ngitung rincian saldo itu. “jumlah saldo sekarang – uang dari bibi – saldo rekening sebelumnya”. Itu rumus yang aku pake buat ngitung jumlah saldo diluar uang transferan dari bibi dan jumlah saldo ku sebelumnya. Alhasil “ 24juta” adalah saldo yang diluar dari uang transferan dari bibi dan saldo ku sebelumnya. “Lantas, uang siapakah itu????” (tanda Tanya besar buatku).
“ya Alloh,, apa maksud dari semua ini?? Uang 24juta itu terlalu banyak buat ku. Apakah ini uang bibi yang salah transfer??, tapi gak mungkin.. bibi kan tadi Cuma bilang 80juta. apa kah ini uang orang lain yang nyasar ke rekeningku yahh??, hadduuuhhh… aku gak bisa berkata-kata lagi deh pokoknya.. atau jangan-jangan ini yang namanya rejeki tak terduga buat ku?? Kalo emang ini rejeki ku, dengan uang sebanyak ini aku mau beli motor baru lahh.. (fikiran jahatku mulai datang)
Karena masih belum 100% yakin, aku pun mampir ke ATM terdekat buat nge-cek saldo rekeningku lagi. Sambil masukin kartu ATM ke mesin ATM, aku ngucapin “bismillaahirrokhmaanirrokhiim”. Dan selang beberapa detik info saldo pun muncul dan hasilnyapun sama seperti SMS Banking yang aku terima via HP tadi. Tertera sisa saldo Rp.107.000.000,- lebih uang yang ada di rekeningku waktu itu.
“Astaghfirullahal’adziim..” begitulah cara aku nenangin diriku. Tapi terkadang hati kecilku bener-bener ngarepin kalo uang itu mudah-mudahan jadi rejeki tak terduga ku. “ya Alloh.. mudah-mudahan ini menjadi rejeki tak terdugaku ya Alloh..” tak henti-hentinya aku ngucapin ungakapan itu bekali-kali dalam hatiku.
Karena kondisi kebingungan yang amat sangat akhirnya aku mutusin buat mampir ke masjid terdekat karena pas kebetulan waktu sholat dhuhur telah tiba. Setelah sampai di masjid, aku melepas sepatu dan kaos kakiku dan kemudian aku duduk di teras masjid sambil ngembusin nafas panjang tanda aku sedang rileksasi. Dan secara seketika fikiranku langsung mengacu sama bibiku.
“kayaknya aku harus nyoba nanya sama si bibi deh tentang ini buat mastiin kalo ini uang bibi atau bukan..”. karena saat itu yang terkait dalam masalah ini hanya antara aku dan bibi. Kemungkinan kecil ada kaitannya sama orang lain. “Tapi kalo aku bilang masalah ini sama bibi takutnya bibi manfaatin situasi, lagipula si bibi bilangnya kan transfer 80juta”. Kata-kata itulah yang selalu terbayang dalam fikiranku. “andai aku diam aja alias ga ngomong sama siapa-siapa termasuk sama si bibi kemungkinan besar uang yang 24juta pasti jadi milik ku”.(Fikiran jahatku mulai kambuh lagi). Huffffftttt…!!!
“Ya Alloh.. apa yang mesti aku lakukan kalo keadaannya seperti ini?? Apakah aku harus diam seolah gak terjadi apa-apa?? Atau apakah aku harus jujur ke bibi tentang kejanggalan ini?? Ya Alloh, berikanlah petunjuk-Mu..” itulah kalimat yang ku lantunkan saat aku bener-bener harus memilih antara dua pilihan, -DIAM atau JUJUR-.

Kemudian aku terdiam sambil berfikir dan memilah-milah gimana sih baiknya. “Kalo aku diam mungkin uang itu akan jadi milikku, kalo aku jujur berarti aku harus ngilangin semua harapan ku buat ngedapetin uang itu”. (Motor baru.. motor baru.. dan motor baru..!!) kalo aku diam aku pasti ngedapetin uang itu dan bisa ngebeli motor baru. (Jujur.. jujur.. jujur..!!!) kalo aku jujur, aku gak mungkin ngedapetin uang itu dan bayangan buat ngebeli motor baru itu pun udah pasti pupus.

Tiba-tiba aku inget apa kata orang, “barang siapa memakan hak milik oranglain yang belum sepenuhnya menjadi hak miliknya, sama saja orang itu sedang mengambil haknya sendiri yang kelak akan menjadi haknya dimasa yang akan datang”. Logikanya.. seandainya Alloh memberikan jatah rizki-Nya selama hidupku sebanyak tujuh buah biji kurma berarti aku harus berkerja apa adanya supaya ke tujuh biji kurma itu bisa buat mencukupi segala kebutuhanku dari aku lahir sampai aku mati. Tapi jika aku ambil biji kurma itu tanpa berfikir berapa lama lagi aku hidup didunia ini maka apa yang akan terjadi??? Yang ada ke tujuh biji kurma itu pun akan habis sebelum sisa hidupku habis.. terus kira-kira apa yang akan aku gunakan buat ngelanjutin sisa hidupku selanjutnya?? Astaghfirullaah hal’adziim.. aku bener-bener harus jujur sama bibi kayaknya nihh.. aku yakin itu uang bibi yang nanti mau dipake buat ngebayar sapi kurban..
Akhirnya tanpa pikir panjang aku langsung aja nelpon bibi.
Aku : assalamualaikum, bi..
Bibi : walaikumsalam.. ada apa jang??
Aku : ini bi..
Bibi : kenapa jang???
Aku : heemmm, bibi kemarin kirim uang nya berapa sih??
Bibi : emangnya kenapa??
Aku : bi, sebenernya yang transfer uangnya bibi sendiri langsung ke banknya atau siapa?? (aku yang
balik nanya sama si bibi)
Bibi : yang transfer paman jang, emangnya kenapa sihh???
Aku : anu bi.. anu,,??? (sambil berfikir kira-kira mau jujur atau gak..) heemmm, begini bi.. kemaren
katanya bibi kan transfer 80juta.. kok sekarang saldo yang ada direkening ku lebih dari 80juta
yahhh bi???(terpaksa harus ngomong, tapi yaa udah lahh)
Bibi : emang yang ada di rekeningmu sekarang jumlahnya berapa??(dengan nada penasaran)
Aku : kan uang yang dari bibi Cuma 80juta,terus saldo yang direkening sebelumya ada 3juta..
harusnya saldo sekarang kan 83juta.. tapi ini kok ada banyak banget yahh???
Bibi : terus emangnya berapa???
Aku : ….107juta, bi..
Bibi : (dengan santainya bibi menjawab) ohhh.. mungkin itu uang paman yang transfer jang.. coba
nanti bibi telpon ke paman dulu yah soalnya sekarang paman lagi ada di china..
Aku : oh, gitu yah bi.. ya udah, aku Cuma mau ngomong itu aja kok bi..
Bibi : iya.. (dan obrolan aku sama bibi di telpon kemudian terputus)

Aku semakin tambah yakin aja kalo uang itu pasti emang sengaja paman yang transfer dan paman mungkin cuma bilang ke bibi kalo dia cuma transfer 80juta sama si bibi. tapi aku masih bertanya-tanya sebenernya uang siapakah itu.. dan tiba-tiba aku ngedapetin jalan keluarnya. Yaitu, “kalo aku ngambil langsung uang itu dari bank pake buku rekening pasti di rekening kan ada bukti pengirimannya. Patokannya, kalo seandainya nanti di kolom kredit tertera nominal 104juta berarti uang itu memang mutlak transferan dari paman buat bayar sapi kurban.. tapi seandainya di kolom kredit tertera 80juta dan 24juta secara terpisah kemungkinan besar uang yang 80juta adalah uang transferan dari paman, dan yang 24juta aku gak tau itu uang siapa..

Hari esoknya pun aku langsung ke bank buat ngambil uang itu dan ternyata emang bener.. setelah aku liat di buku rekening kolom kredit ternyata tertera nominal 104juta… itu beranti paman emang transfer 104 juta. dan kini aku pun sangat yakin seyakin-yakinnya kalo uang itu emang mutlak uang transferan dari paman buat bayar sapi kurban.. jujur, aku hanya bisa ngambil nafas panjang sambil agak sedikit ngerasa frustrasi karena uang itu belum bisa jadi rejeki ku.. tapi mau gimana lagi, emang itulah kenyataannya… Dan kemudian aku hanya bisa bilang, “yaa sudahlahh.. aku ikhlaskan semua ini.. ini memang bukan hak ku.. aku percaya suatu saat nanti aku pasti bisa ngedapetin hikmah dari semua kejadian ini..”

Akhirnya masalah pun selesai.. uang itu udah aku ambil dan aku kasihin ke bapa buat ngebayar sapinya. Dan selesainya masalah ini berarti cerita ini pun ikut selesai..