Untuk total peserta UN SMP/MTs dan sederajat tahun ini, sebanyak 3.773.372.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, Musliar Kasim mengatakan, pada UN SMP/MTs tahun 2012/2013, tingkat kelulusan siswa sebesar 99,56 persen. Artinya ada kenaikan, dibandingkan tingkat kelulusan UN SMP/MTs tahun lalu sebesar 0,38 persen.
"Soal UN, yang ditambah soal-soal berstandar internasional ternyata tidak mempengaruhi tingkat kelulusan anak-anak kita," kata Musliar dalam jumpa pers di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, Jumat (13/6).
Hasil UN SMP/MTs sudah diserahkan ke provinsi dan akan diumumkan di sekolah pada Sabtu (14/6).
Musliar mengatakan, siswa dinyatakan lulus UN jika nilai rata-rata UN 5,5 dan tidak ada nilai kurang dari 4 dari setiap mata pelajaran (mapel) yang diujikan dalam UN. Mapel yang diujikan dalam UN SMP/MTs ada empat, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, dan Matematika.
"Nilai UN murni tahun ini juga lebih tinggi dibandingkan nilai UN murni tahun lalu, yaitu dari 6,1 menjadi 6,52," kata Musliar yang merupakan guru besar Universitas Andalas Padang Sumatera Barat.
Menurut Musliar, lebih dari 70 persen peserta UN SMP/MTs berhasil menjawab dengan benar soal PISA yang dimasukan dalam soal UN. PISA adalah singkatan dari Programme for International Student Assessment (PISA), yang diikuti oleh negara-negara maju yang tergabung dalam Organisation for Economic Cooperation and Develompment (OECD).
"Ini menggembirakan kita. Tidak ada anak yang tidak lulus, karena nilai PISA rendah, tapi karena faktor lain," katanya.
Musliar menambahkan, pemerintah akan melakukan intervensi terhadap 32 kabupaten/kota dengan nilai UN di bawah nilai rata-rata nasional dan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Intervensi berupa pemberian dana blogren, sesuai kebutuhan. Misalnya, sekolah yang kekurangan sarana prasarana akan diberikan blogren untuk perbaikan sarpras atau blogren bisa juga diberikan dalam rangka pelatihan guru.
Dia menyebutkan, 32 kabupaten/kota tersebut antara lain masuk di provinsi Maluku, Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kabupaten/kota yang nilai rata-rata di bawah nasional dan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu ini akan dapat intervensi, mereka masuk kuadran III," ujar Musliar.
Viewed Article: .

Posting Komentar ~ Back to Content